Nganggur uenak.. gak enak..uenak..

April 5th, 2007 by jojou

Edan euy. genap seminggu sudah saya jadi pengangguran. hey, melepas pekerjaan memang bukan suatu pilihan yang mudah dan enteng. Sungguh berat, dimana akan terjadi nuansa kembali ke hari-hari bokek tanpa penghasilan. Ya.. hilang mata pencaharian yang membuat dompet selalu terisi duit (walau hanya sampai tengah bulan).

Yang lebih parah lagi adalah hari-hari bengong, nothing’s to do, dan mantengin TV saban hari sampai mata jereng, atau main internet buka forum jual barang bekas berharap ada peluang jual beli yang menguntungkan (tapi duit dari mana kalau kamu lagi BOKEK?). tapi bagaimana lagi hidup itu memang penuh pilihan, dan jadi manusia harus pandai memilih. Intinya saya yakin pilihan saya benar dan Insya Allah akan membawa kebaikan bagi saya (menghibur diri dikala pailit mode on)

Pengangguran! beberapa hari sebelum melangkahkan kaki keluar perusahaan saya sudah mulai preparation, salah satunya adalah melego barang kesayangan saya, tambatan hidup dan penyejuk jempol. Yah, gadget favorit saya xphone IIm saya lego ke temen forumponsel. meskipun gak untung, hanya balik modal saja, saya cukup puas karena sedikit punya pegangan untuk menghadapi masa-masa suram. Dan lagi itu HP berpindah ketangan yang tepat, bos Hara kolektor sejati gadget WindowsMobile OS. honor bulan ini dari perusahaan memang kurang bisa dijagaken banyak potongan, karena saya sering kali bolos kerja euy, untuk test di tempat lain, salah satunya Hutama Karya BUMN, i hope this’s my next step).

Dari gadget canggih banting setir ke gadget jadul nan imut SonyEricsson T68i. Gila jodoh kali saya sama gadget ini, giliran lagi bokek mesti ketemu HP ini. Yup, dapet juga dari rekan milis, beli 300rebu doang dengan kondisi perfect mulusnya (i love this gadget, much..much), cuman soara monoponicnya bikin paranoid. HP jadul berblutut ini sempat saya jadikan andalan pairing GPRS ke PDA dulu.

Sekarang memang sedang menunggu kepastian. Senin besok test tahap akhir di Hutama Karya. Aihh, semoga lancar testnya dan segera bisa kembali bekerja.

Sebenarnya, saat ini sih tidak nganggur-nganggur banget kalau dirumah. Ya, banyak pekerjaan harian yang menumpuk, selain itu kuliah. Belum lagi harus mengurus beberapa anak asuh beda spesies. sialan! sekarang saya dapat cobaan anak asuh bego, namanya Turbo, singkatan dari Turtle Bego, kura-kura ijo brazil. gimana gak bego, sudah enak-enak saya tempatkan di kolam luas, eh dengan secepat kilat dia bisa manjat dan jalan-jalan di teras. kalau kemakan tikus gimana coba, siapa yang sedih? bapakmu ini juga kan yang ngubur kamu sendiri (kalau ketemu jenazahnya), nggotong keranda mu, mandiin jenazah.. hii (wew, gak pake kain kafan lho). dasar bego! !#!$#.. dan hari ini pula saya harus rela merogoh kocek untuk membelikannya rumah pribadi tipe RSSK (Rumah Sangat-Sederhana untuk Kura-kura). tambah gile ae koen…

Sebagai pengangguran, yang saya rasakan saat ini.. hidup semakin boros. salah satunya banyak sekali godaan untuk jajan diluar. hehehehe, 3 hari ini saja, duit honor saya sudah banyak yang saya pakai untuk wisata kuliner berkedok penggemukan badan, sebut saja Kikil, lontong Kupang, Soto Madura, Gule kambing Pucang.

DAn sekarang yang lagi kepingin adalah makan dari hasil tangkapan saya sendiri, Ikan gabus.. nyeemmmm ajib, mak nyus. let’s start to fishing!! Beberapa teman sudah ada yang kasih saran dan support untuk saya untuk memancing, wew.. dan salah satunya dari cewek yang ternyata mayan pengalaman di dunia kail. ya, koncoe Maya, yang akhir2 ini sohib Iffan baru sadar kalau si-inisial LY itu totally mirip (wajah) almarhum aisyah. Udah bro, cepet usaha klo emang demen. ntar keduluan yang lain bakal nyesel ente. wekekekeke

Mending MENTARI daripada MATRIX

March 18th, 2007 by jojou

gaplek!!.. asem, asu.. juamput (cacian versi jtv prime time).. Indosat pancen gapleki. Kecewa aku!

Migrasiku ke matrix membawa kekecewaan yang luar biasa, dan itu baru terbukti sekarang. Indosat sangat kembali pilih kasih, setelah dulu (saat saya masih pakai mentari), mentari selalu dianak tirikan dalam hal fitur dan teknologi. GPRS hanya dominasi im3 (kartu anak muda) dan Matrix (kartu eksekutif muda).. lha matrix dianggap kartu orang tua, orang jadul yang dianggap tidak penting disertai fitur akses data.

Saat itu pula terlihat gelagat Indosat ingin menggiring konsumen mentari beralih ke Matrix. Pernah lihat kan iklannya dulu santer banget. Saya yang termasuk terkecoh.. karena saat itu saya mendambakan akses gprs tanpa menganti simcard (karena dulu kalau mau pairing gprs dengan komp / PDA musti pakai kartu im3). walhasil beberapa bulan yang lalu saya putuskan migrasi ke matrix!…

Ternyata, dan ternyata.. indosat memang plin-plan (jangan salahkan jika konsumenmu yang satu ini akan plin-plan sehingga ganti provider, XL corporate lebih menggiurkan).. setelah percobaan GPRS perdana mentari, dan beberapa fitur dan bonus seperti free talk, doble freetalk, fitur kelelawar yang ditancapkan ke mentari. kini mentari juga didukung akses gprs yang cukup stabil seperti im3, dengan biaya yang mencengangkan 5 rupiah / kilobyte.. lebih murah dari matrix!! anjrit! setahu saya, pascabayar selalu punya tarif yang lebih murah. perlu diketahui matrix sampai sekarang masih 10 rupiah per kilobyte.

yang bikin kesel lagi, pakai matrix telpon SLI kita gak langsung enable. kejadian, tadi pagi.. pas saya pingin telpon dengar suara sahabat yang ada di singapore. maunya sih manfaatkan promo SLI murah Indosat, 100rupiah per 6 detik ke beberapa negara sahabat. eh taunya kok gak bisa! akhirnya telpon 222 (call centre).. sudah nunggunya lama untuk bisa masuk, eh, si mbak -dodol- buat saya menunggu lama lagi setelah dia menanyakan nomor telpon matrix saya. kemungkinan ditinggal pipis dulu sm dia, atau ditinggal sms pacarnya (heh kok jadi buruk sangka)..

Dan dengan santainya, setelah hampir setengah jam hpku dikuping tanpa ada suara mbak merdu. dia bilang terimakasih bapak telah menunggu.. dengan santai juga saya bilang "terimakasih sudah membuat saya menunggu yang lamaaa sekali,".. huh..hah.. cobak ada dideket gw langsung gw ajak kenalan. wakakaka.. asem…

dan mbak itu bilang, "maaf kartu matrix bapak belum aktivasi SLI. ada prosedurnya, silahkan hubungi galeri Indosat". gaplek! kenapa dari awal aktifasi tidak diberi tahu.. di formulir aplikasi saya juga tidak diberitahu pemangkasan fitur, dengan alasan "karena pasca bayar, kita hati-hati untuk layanan ini. karena biaya percakapan SLI  yang relatif mahal" dasar!! saya orang baik-baik yang selalu bayar jadi tersinggung.

"jadi enakan mentari dong sekarang," ujarku dongkol. "sudah tarif hampir sama, gprs murah banyak bonus pula.. dan SLI langsung ready" kataku lagi…

pokoknya setelah bulan depan saya mau putus dengan matrix.. mending kembali ke mentari.. huh, tapi kalau indosat plin-plan lagi gak njamin saya tetap setia dengan indosat. XL mungkin lebih menjanjikan. Kenapa konsumen masih sering dibohongi, saya sudah menanyakan baik2 apa saja fitur dan prosedur yang dipenuhi waktu register, tapi kenapa jawabannya tidak detail. aihh…

Ku Teringat Masa Lalu, (Ah.. aku tak menyesalinya)

March 18th, 2007 by jojou

Dua hari yang lalu seorang sahabat, dia lebih muda dua tahun dariku, mengirimkan sms yang membuat merenung sejenak (lalu tersenyum). Dia seorang gadis yang sempat kukagumi, yang memang benar-benar entah kenapa bisa begitu. Dua tahun lebih muda dariku, kita kenal saat SMA, dan syukurlah kita tetap bisa menjalin tali silaturrahmi. Senang bisa ada dikeliling orang-orang baik.

Isi smsnya menanyakan tentang suatu hal, sebenarnya curhat, (tapi sayangnya disini kita tak akan membahas tentang dia dan curhatnya), terkait dengan lirik lagu coldplay, yah band yang sama-sama kita suka. Lirik lagu Fix You tepatnya. Aku yakin dia sedang bimbang tentang suatu hal.

==========

"When you get what you want but not what you need"… "could it be worst?"…. yup itu cuplikan lirik Fix You ColdPlay. Hahaha, kalau diingat kebelakang lagu ini juga pernah jadi sindiran yang sangat sakit buatku.

HAmpir semua yang yang dilantunkan Chris Martin dalam Fix You, sempat kurasakan pada suatu masa. mulai dari When you try ur best but u don’t succed.. sampai.. when i love someone but it goes to waste.. ampun! jangan lagi deh merasa desperate seperti itu, ojo meneh wes. Untungnya, masih disayang Allah dan ada disekeliling orang-orang baik (weh, kok pe-de banget), meski sedikit terhuyung bisa kuperbaiki sendiri (tentunya atas bantuan-Nya dan orang-orang sekitar), perlahan pun sembuh. 

=============

"When you get what you want but not what you need"
Memang manusia dibekali dengan nafsu keinginan, keinginan untuk lebih daripada yang dimiliki sekarang selalu ada. Tapi sayangnya kita sulit mengontrol semua itu, Sehingga apa yang kita dapatkan terkadang bukan yang benar-benar kita butuhkan. Gemerlap yang kita lihat dengan mata kasar, sering kali membius dan serta merta otak -tanpa proses yang panjang- mengiyakan untuk meraihnya. Manusiawi tentunya.

TApi ada suatu masa dimana kita sejenak berdiam dan merenung apa yang kita raih, agak lama tapi pasti, muncul keraguan tentang yang telah kita raih. "Apakah benar ini yang aku butuhkan?" Sangat manusiawi.

Masa merenung itu adakalanya saat kita dihadapkan pula dengan pilihan lain, adakalanya pula memang benar2 merenung tanpa paksaan. Hasil dari perenungan itu (saya simpulkan) ada dua, pertama ada yang setelah merenung menjadi desperate, menyesal sangat dan semakin terpuruk. Kedua, menjadi lebih bersyukur dan memetik hikmahnya lalu mengambil langkah pasti kedepan. -anjrit, aku kebanyakan baca buku psikotes kayaknya- 

Manusia berusaha, Allah yang menentukan. Dan kita tak pernah tahu apakah pilihan kita itu akan membawa kebaikan untuk kita kedepannya.

==========

<sebelum lebih jauh saya asyik ngetik posting-an ini, mau saya ingatkan, penulis bukan manusia bijak dan luhur, masih seorang pemuda 22 thn yang brengsek dan sedang belajar menjalani hidup..>

Sabtu kemarin, dari lokasi site project, karena kerja setengah hari saya langsung menuju Sukolilo kampus ITS untuk menunaikan tugas uploading lowongan dan beasiswa.. hey, saya tergabung kembali dengan website ITS.ac.id, yup kembali jadi redaktur. Bergabung dengan media kampus sangat membawa manfaat bagiku. Free Internet akses. Hahahaha, belum mampu beli laptop sih.

SEbelum sampai kampus, karena haus saya berhenti di penjual es tape di bilangan Dharmahusada. nekat! perut belum kemasukan nasi dari pagi (cuma gorengan 3 biji + teh hangat) sudah makan tape. Si-Ibu penjual sedang tertidur. Hmm, setengah menit saya berdiri di depan gerobaknya, belum juga dia bangun. Lelah tampaknya.

TAk mau mengecewakan si-Ibu yang cari rejeki (hey, aku kan bisa jadi termasuk rejekinya dihari itu), kubangunkan dia dengan nada lirih, "Bu, es tapenya tasik wonten?".. Si-Ibu pun dengan melek perlahan. "Iya dik, masih. monggo" dia persilahkan saya duduk.

Dia menyiapkan es tape saya semantara saya menyambar gorengan yang ada (ahh  dasar manusia gorengan). "Laris bu hari ini?" tanyaku membuka percakapan sambil sibuk mengolesi sambal petis di sekujur tahu isi.  Si- ibu menjawab dengan nada pelan "Masih banyak mas, ya begini ini," katanya sambil memperlihatkan wadah es tapenya yang belum habis separuh.

Es-Tape ku pun sudah siap, sebelum menyantapnya, kusampaikan pertanyaan pancingan agar bisa lebih lama saya duduk disana (gila, margomulyo - sukolilo bukan jarak yang dekat, punggung dan bok*ng perlu istirahat sejenak). "Bu, mriki niki katah rumahan nopo kantoran?" kataku sambil memperhatikan sekitar. "campur mas, kalau ngajeng mriku kantor, semacam pengiriman barang. kalawingi wonten truck-ipun sing kecelakaan teng gresik, nganti kocone pecah kabeh. kalau di sebelah niki rumahe boss pabrik, tiyange cino, byuh pegawaine gonta-ganti mas, ora kerasan polahe nyonyaipun kasar ning ngilokake.," katanya panjang lebar… nah, pancingan saya berhasil, cihuyy!

Pembicaraan pun mengalir lebih, kadang saya menceritakan diri saya (beberapa hal kecil). Yang menarik terkait pembicaraan dengan si-Ibu tape, saya semakin sadar bahwa rasa tidak puas, penyesalan terhadap masa lalu, pengandaian jika begini dan begitu dimasa lalu, rasa iri, dan harapan cemas akan masa depan adalah hal yang sangat manusiawi. Bukan dominasi sekelompok orang di strata tertentu.

Si-Ibu bercerita tentang anaknya, laki-laki, yang hanya lulusan SMP. Dulu dia ingin anaknya sekolah di STM, dia sudah berusaha dalam hal biaya hingga anaknya masuk, tapi apa mau dikata sang anak tidak ingin sekolah di STM yang dituju, karena pergaulan disana sangat rusak, sang anak pun memutuskan untuk bekerja membantu ibunya. Padahal disisi lain sang ibu sangat ingin anaknya sekolah STM agar bisa diikutkan kerja di Kapal.

Sebelumnya sang Ibu telah dijanjikan oleh majikannya terdahulu (polisi) bila anaknya lulus SMA /STM sang polisi bisa membantu memasukkan kerja di KApal, dengan gaji yang menggiurkan. TApi ironisnya tak ada bantuan yang gratis, selain lulus SMA syarat lainnya adalah menyediakan uang 3juta rupiah. Sang-Ibu sangat mempercayai anaknya akan sukses jika kerja di Kapal dan juga karena sudah melihat bukti nyata anak tetangganya yang memanfaatkan jasa polisi tadi, dia pun merencanakan segala hal untuk anaknya.

Tapi sayang, nasib berkata lain, sang anak tidak melanjutkan SMA dan bekerja sebagai tukang ledeng. Dan sekarang bekerja di Toko elektronik. Ada kekecewaan yang diutarakan si-Ibu tape, tapi ada juga kebanggaan yang dikatakan tentang anaknya. "Anakku, itu cepat ngerti kalau diajari. Waktu ikut tukang ledeng saja, baru sebulan bisa pasang semua sendiri. sekarang ikut toko juga begitu, servisan dia sudah bisa tangani sendiri tidak perlu dilempar ke servis lain," katanya dengan bahasa jawa.

Saya hanya bisa berulangkali berkata "YAh, mungkin belum rejekinya disana (kapal) Bu,"  saat sang ibu terpancar kekecewaan. Dan berkata, "Syukurlah bu, bagus kalau begitu," saat sang ibu bangga menceritakan anaknya.

>>SEpulang dari ITS, saya sempatkan untuk buka komputer di rumah. Saya browse folder kumpulan foto saya. dan wuppsss, banyak hal yang patut saya syukuri dan terlewatkan saya syukuri selama ini dan saya sadar belum tentu orang lain seberuntung saya.

lalu..Kusempatkan pula untuk sms sahabatku itu.

"Hey, if you read this post. Jujur aku juga gak bisa menjawab. Tapi saranku jangan larut, karena aku sudah merasakan jika terlarut dalam situasi itu.. sakit. Jangan terjadi padamu. Semua akan cemas"

-Untitled-

January 14th, 2007 by jojou

Kalau dipikir-pikir konyol juga apa yang saya alami beberapa hari terakhir, sampai dengan hari ini.

Entah mengapa, sejak hari Jumat, saya kepikiran dengan seorang sahabat cewek –nama rahasia saja, dia juga gak ikutan FS/blog-  yang jelas dia cakep dan smart, tipikal gw banget :p . Kuakui, ada rasa saat jalan dengannya. Hehehe, sejak awal niat kenal dengan dia memang ingin menanam rasa kok.

Wajar saja sebenarnya jika seorang lelaki kepikiran atau terbesit rasa rindu kepada seorang gadis, terlebih keduanya memang pernah mempunyai relationship yang cukup dekat.

Sudah dua bulan ini saya memang tidak pernah berhubungan lagi dengannya, mungkin karena saya dan dia sibuk -atau sengaja menghindari rasa…. - hanya satu-dua kali sms dalam dua bulan, itupun hanya tanya kabar dia dan keluarga. Nelpon gak pernah.

Tapi kembali entah, Jumat lalu, sehabis Jumatan, kenapa tiba-tiba kepikiran dia. Kepikirannya bukan yang macem-macem, cuman saat itu saya merasa harus hubungi dia. Sampai hari sabtu, belum juga saya hubungi dia,karena masih berkeyakinan dia akan baik-baik saja.

==============================

Memang mengenai firasat, sering kali orang mengabaikan tapi ternyata benar kejadian. Sebaliknya sering kali orang mengandalkan firasat tapi omong kosong tidak terjadi apa-apa. Mengenai firasat tentang sahabat dekat, saya punya pengalaman yang menarik. 

Saat itu seorang sahabat cewek meninggal dunia (Alm.Aisyah), sahabat itu tak lain juga kekasih dari sahabat kentalku (Iphan).

Pada hari duka, saya pulang ke rumah pagi hari karena habis begadang di ITS Online lt 6 Perpus menyelesaikan tugas. Dalam keadaan badan capek begadang sampai rumah saya langsung menuju tempat tidur. Kebiasaan saya waktu itu adalah menggunakan silent mode pada ponsel. Saat akan tidur entah mengapa saya matikan pula mode getar ponsel. Ponsel pun saya taruh di kolong tempat tidur. Saya pun tertidur.

Setelah beberapa saat tidur, entah kenapa seperti ada yang  menyuruh untuk bangkit dan segara cek ponsel. Dengan kaget saya bangun dan segera meraih ponsel dibawah tempat tidur, beberapa misscall dari Iphan home dan ponselnya rupanya. Ada apa gerangan. Masih penasaran dan baru akan menelpon balik, ada sms masuk dari teman yang lain yang memberitakan berita duka itu. Hiks… Saat ku telpon balik ke Iphan ternyata dia sudah sampai dirumah duka. Dia menellponku sebenarnya ingin mengabari sekaligus mminta bantuan kendaraan.  Tak ada yang tahu mengenai datangnya firasat dan apa maksudnya. Hanya Allah yang Maha Tahu.

Back to the topic-

Sabtu malam, firasat itu terulang kembali, tentang seorang sahabat cewek. Saat akan hangout ngopi bareng konco-konco plek, tanpa sadar saya memakai kaos oblong pemberian dia. Padahal kaos itu sudah  tidak pernah saya pakai pergi keluar komplek karena agak mbludush. Baru sadarnya waktu dijalan, lha kok gaya ku mbludush gini ya, jeans belel, jas  biru semi cattlepack mbulak, T-shirt putih dari dia dan sandal jepit biru,sementara kawan-kawanku lebih rapi.

Esok paginya, tak disangka dia misscall Hpku sekali. Setelah sebelumnya, sms masuk dari Ifan menanyakan jadi atau tidak berangkat ke rumah Catur yang kata teman-teman ada syukuran catur mau berangkat ke Kalimantan.

Tahu ada misscall dari dia, saya tidak langsung respon sms atau telepon. Saya justru tak sabar pergi ke rumah catur untuk melepas kepergian kawan terlucu di kelas kami. Sekitar selang 15 Menit, masuk sms dari dia, yang isinya selain menanyakan saya sibuk apa, juga mengabarkan kalau dia akan segera bertolak ke Singapore karena diterima bekerja disalah satu perusahaan disana.

Heh.. kok baru ngabarin hari ini -ketik saya dengan imbuhan icon dongkol di sms-. Ternyata setelah kutelpon balik katanya kabar fix dari perusahaan untuk berangkat itu diterimanya hari Jumat lalu, hari itupun belum berani dia kasih kabar. Dan sementara ini yang baru tahu kabar keberangkatannya hanya keluarga dan beberapa orang2 dekat termasuk aku.

Asemnya, ternyata kedatangan ke rumah catur hanya kumpul-kkumpul melepas rindu antar teman kuliah, makan rujak manis dll. Tak ada acara perpisahan untuk Catur,karena dia tetap kerja di Surabaya. Yah, mungkin ini juga termasuk sebagian dari bumbu kisahku hari ini.

Katanya, Dia akan berangkat Kamis Pagi (18/1) pukul 05.30 WIB di bandara. Entah bisa hadir disana melepas kepergiannya atau tidak? Setidaknya dia sahabatku… jadi jawabannya pasti akan saya usahakan datang.

Besok rencananya sepulang dari site mau main kerumahnya. Hehehe, semoga ibunya tetap hangat persilahkan saya makan malam gratis.. Banyak kisah yang mau kudengar darinya, terutama selama dua bulan ini gak pernah ketemu.

Secangkir Kopi Hitam dan Sepiring Mie Instan

January 13th, 2007 by jojou

Coffee, kopi, wedang ireng berletek, atau apalah sebutannya adalah salah satu minuman hangat yang kusuka disamping minuman dingin es jeruk. Lebih suka dengan kopi hitam ber-letek, gula cukupan dan air benar2 matang mendidih.

Meski bukan smoker, tapi saya suka kopi. TEmannya minum kopi cukup dengan beberapa ekor gorengan (ex: tahuisi, oteyotey, gedanggoreng, dll). Kadang juga ditemani mie instan sebagai pengganjal perut. Pola makan yang buruk memang.. CAfein + Minyak berlebih.. tapi gak apa wong tidak menjadi rutinitas, hanya selingan pas penat.

Tapi semua itu, memang tidak asyik jika dinikmati sendiri di rumah. Lebih tidak asyik lagi kalau mbikin sendiri, makan minum sendiri dan bengong sendiri didalam kamar. Memang acara nongkrong ngopi bareng enak dilakukan bersama sahabat kental, sekental kopi pesanan kita.

-sebenarnya mau nulis opo yo embuh-

Sabtu malam (tadi malam, red) terakhir saya ngopi dan makan sepiring mie instan. Tidak sendiri, tapi bersama tiga orang sahabat. Roji, Mas Nok, dan Iphan. TEmpat ngopi saya memang tidak selalu menetap, kadang ngopi di perempatan kertajaya, kadang di Pucang kadang di MEnur atau kadang di areal gebang. TApi kalau didekat rumah hanya ada dua alternatif favorit, Cak Lan (karena lokasinya depan Petra jalan siwaLANkerto) dan warung mbah jo (entah kenapa dia pakai namaku sebagai nama warung, hoki mungkin).

Ada saja yang dibahas biasanya kalau nongkrong ngopi bareng konco plek. Selain membahas serta mencari solusi kejadian aktual, dalam negeri, internasional dan intern kalangan sendiri. KAdang jg membahas masalah perkuliahan -pas masih kuliah dulu-. Membahas harapan dan kadang berpikir tentang peluang usaha. DAn tak jarang gak mbahas apa-apa, hanya kumpul, saling gojlok.. ngguya-nnguyu (mari ngono nangis) karena pada stress.

Tadi malam, bersama tiga orang sahabat, aku menyeruput kopi dengan ditemani obrolan mengenai pekerjaan, saling mengingatkan untuk bekerja dengan benar. "ojok keakehan nyolong nota lek tuku material jie, engkok rahasia ilahi, lek mati kon disekar ambek nota duduk kembang," kata Iphan guyon ke roji yang kerja dilapangan sebagai pengawas.

Lama kami nongkrong warkop depan unair kampus B itu, banyak hal tidak penting yang kami lakukan. Jam 23.00 kami sepakat mengakhiri meeting kali itu. Aku dan Iphan bergerak ke arah Irian barat untuk hunting ikan hias, sementara Roji dan Mas Nok, pulang karena besoknya (hari ini,red) ada urusan kuliah dan kerja.

Acara di Jan*Tiit* TV, Sungguh Menghibur

January 12th, 2007 by jojou

Semua pasti sudah pada tahu jan*ok TV? kalau yang gak tahu duduk satus persen suroboyo paling.. heheehee iyo iyo aku ngaku lek salah njenengi sekarepku dewe. Tapi yo opo maneh lah pancen ngunu.. (jTV aku gak eruh singkatane sih).

Yah..Beberapa orang bilang stasiun TV itu (yang saya maksud diatas) sangat membanggakan untuk kelas TV lokal -hallah paling cuman jajaran dewan direksinya dan orang yang kebetulan ke-shoot dikamera jadi presenter yang ngomong kayak gitu- . Beberapa orang lagi (kebanyakan jutaan pemirsa, -survey tidak akurat, tapi realitas perasaan orang2 terdekat-) mengaku shock di menit pertama nonton tayangannya (terlebih tayangan prime timenya). Shock dimenit pertama belum cukup, dimenit kedua bakal godek-godek sambil pencet remote ke saluran TV lain, dan manggut-mangut lega setelah berhasil keluar dari chanel sebelumnya.

Parahnya beberapa orang lainnya, justru mengaku suka dengan salah satu acaranya. Penghibur dikala penat kata mereka -upps saya termasuk didalam kelompok ini-. Ditayangkan pada prime time, film import jadul dengan dialek suroboyo.

Menurut saya, memang itu terobosan baru dalam dunia pertelevisian. Rupanya kita sudah mulai mempopulerkan bahasa ibu kita -suroboyo-. Setelah sebelumnya, Maria Mercedes, Jose hernando dan Marimar dipaksakan untuk fasih berbahasa Indonesia. Kemudian menyusul jackie chan, stephen chow berbahasa sumpah pemuda. Dan tak kalah sharuk khan dan amita bachan berlomba untuk bisa berbicara Indonesia.

Semua itu, peran dubber (pengisi suara) dan lain sebagainya, tak lain untuk memanjakan pemirsa supaya tidak repot-repot membaca teks dibawah. Ahh, bangsa kita memang masih -dan akan terus- rendah minat bacanya.. baca teks film saja malas. -arep dadi opo koen leee lek males moco-.

Taruhlah jika memang kita tidak ngeh dengan bahasa inggris. Tapi toh tidak harus malas baca teks dan mengandalkan dubber versi bahasa kita. Tidak keren kan ucapan Arnold di Terminator "I’ll be back" -perasaan udah gak keren- kalau didubbing  dalam bahasa indonesia -malah gak keren-. Atau malah diperdengarkan dengan suroboyoan "Aku engkok mbalik".. hahahahaha…

Menurut saya dubbing film-film luar negeri ke bahasa indonesia  kurang mendidik. Itu untuk semua segmen film; anak-anak, remaja, dewasa, dan BO (Bimbingan Oknum). Selain membuat malas membaca juga menjadi pembodohan massa akan bahasa internasional. Huh..

Tapi dibalik semua dubbing men-dubbing itu.. saya sedikit gembira dan terhibur dengan tayangan JTV film suroboyoan. JTV hanya satu-satunya TV yang berani menyuguhkan acara untuk dicaci dan dimaki pemirsanya. Bahasa suroboyoan yang kental dalam film barat, china dan kadang india, sangat menghibur dikala sedang penat.

Pengalaman pribadi saya saat melihat JTV tayangan film suroboyoan, belum pernah sekalipun saya mengikuti alur cerita. hehehe, saya biarkan diri ini terbius dengan gambar, gerak bibir dan mendengarkan ucapan dubber. Lalu sedikit tersenyum jika terjadi konflik dan tertawa nggegek -terbahak-bahak- jika sudah terjadi konflik pertengkaran di film, karena sudah pasti bakal keluar sumpah serapah khas suroboyo. Gapleki, Jangkrik, Asuuu dan bahkan Jancok -sengaja tidak di-tiiit-, sering kali terdengar.

"Hueeehueeehehehe, tambah arep dadi opo arek-arek jaman saiki lek acarane koyok ngono". Sekarang saya rasakan pisuhan suroboyo sudah sangat membumi. lihat saja,  di sekitar kita, kata cok seakan sudah menjadi keharusan imbuhan di setiap kalimat. cara gaul yang aneh kalau saya sebut. Tidak hanya anak muda, orang tua pun sering menggunakan imbuhan itu.

gak eruh lah cuk, solusine opo… jarno ngene ae be’e…
-hanya coretan keyboardku, jangan dimasukkan dalam pikiran-
-johan asa-

Malam Minggu Dobel Kesenangan

December 23rd, 2006 by jojou

Siapa bilang akhir weekend kesenangan selalu identik dengan bermesraan bareng pacar atau hangout bareng konco plek. Siapa bilang weekend saya selalu berakhir di ranjang (tidur nyenyak sendiri maksude - ojo ngeres ah-), siapa bilang juga Jo sering kali melewatkan malam minggu di jalan irian barat (eitss, bukan gumbul bencong jeh, just looking around in aquarium fish market, one of my hobbies).

hAHAHAHAHA.. (dilafalkan dengan penuh keceriaan). Weekend kali ini saya berada di rumah. Makan malam dirumah, ngemil snack drumah dan menunggu hadirnya bioskop Trans TV. Yo tv yang menurutku keren (daripada JTV, jauh. minusnya trans paling cuman gak bisa bilingual bahasa medunten).. Trans muter Lord Of The Ring Trilogy , dan malam minggu kemarin yang episode  return of the king.

Wooohh tau aja kalau saya suka film ini. sudah muter berapa kali juga gak bosen. Liat aksi Gandalf, Frodo, Aragorn, Legolas, Gimli berjuang mempertahankan kedamamaian di middle earth, melawan Saruman dan bolo2nya dan Sauron (tinggal mata tok ae gaya). Yang paling saya tunggu tentu munculnya Arwen, wawawawawawaaahhhh Elf cantik (sayang kupingnya lancip) pacarnya Aragorn.

Ada yang baru, baru sadar maksudnya,  di LOTR RoTK tadi malam, ada penggalan kalimat menawan yang bisa dipakai sebagai jurus maut tapi halus para lelaki (dalam hal penolakan). Salah satu percakapan Aragorn dengan Eowyn, putri king of Rohan , Theoden, (adegannya pas Aragorn mau berangkat masuk ke Paths of The Dead untuk deal dengan raja pasukan mati). Petikan englishnya lupa, cuman intinya kayak gini. "Kau hanya akan mencintai bayangan dan angan-angan. Aku tak bisa memberikan apa yang kau cari"..
Asem, menohok banget kan kalimatnya. Eowyn yang notabene termasuk kategori cewek super (ikut perang juga soalnya), sampai dibuat mundur beberapa langkah dengan ucapan Aragorn. Tapi ya, saya tidak menyalahkan Aragorn, wong Arwen lebih cantik. -blah-

Nonton tidak sendirian tapi bareng sama bapak, yudha (adik), dan mas Iwan. Jadi lebih seru. Sayangnya, terlalu banyak iklan. Menunggu scene berikutnya sangat lama jika dipotong iklan. Jadi tidak nyaman.

Hohohoho.. ,mengapa dikatakan dobel kesenangan di weekend kali ini? salah satunya (sebelum nonton LOTR), ada sms dari seseorang (cewek ternyata), alamatnya di bekasi. Isi smsnya menyenangkan banget, apa coba? Hahahaha, she’s want to buy my gadget. Dia dua kali tawar harga dan langsung deal. Dia beli dua-duanya pula (HP SE T610 dan PDA Tungsten T). Katanya sih mau buat belajar pake PDA, newbie gitu. Dia juga bukan anak forumponsel dimana saya iklanin tuh gadget. Tapi Yah gpp, sekarang tinggal nunggu transferan duit dari dia hari selasa, dan langsung saya kirim deh barangnya hari itu juga. Gak bisa langsung hari ini soalnya kurir (fedex dan tikijne) lagi pada libur natal. Nunggu selasa deh. Tp gpp.

Sebenernya sih proyek rugi jualin gadget ini, tapi gimana lagi ya karena udah bosen dan butuh duit buat makan. ya dilego. Padahal kalau dikenang-kenang, duet duo gadget jadul ini sangat powerfull buat chat ym via gprs dan buka2 imel. Salah satu pertimbangan jual, saya ternyata belum butuh sepenuhnya PDA. Kurang praktis, ribet,  karena saya orang lapangan. Penginnya upgrade ke satu gadget 3G, tapi nambahnya terlalu banyak jadi pikir-pikir lagi. Mendingan saya tabung buat  tambahan persiapan kembali ke bangku kuliah. Lintas Jalur mulai buka pendaftaran soalnya.

Ya. itu tadi dobel kesenangan dalam weekend kali ini. satu liat si-cantik Arwen (meski keluar sekali dua kali di episode ini), satu lagi dapet sms deal gadget. Sekarang lagi buat lagi peluang kesenangan yang lain, dengan inet gratis di lantai 6 perpus ITS, markas ITS Online.

Cek mesej di imel yahoo, gmail, dan its, gak ada yang baru. Nah pas cek mesej di FS ini, ada satu mesej balasan dari seseorang cewek yang mau dikenalin temen ke saya (liat postingan terdahulu, judul : Jablay bgt mode=on). She’s love music jazz.. seperti saya (meski saya masih newbie).

Finally, Inactive SIM - Insert Your Matrix Card! -

December 19th, 2006 by jojou

Setelah menunggu hampir dua minggu, kartu Matrix-ku akhirnya aktif. HOREEEE>>>>>>HIP>>>HIPPPPP HOOORRRAAAYY!!

Bisa dikatakan aktif setelah CS (customer service) INDOSAT KAyoon ditodong dulu. Senin malam, sehabis pulang dari site project, sempatkan diri untuk mampir ke mbak-mbak cantik Indosat Kayoon. Tujuannya tak lain komplain kok lama banget aktifnya kartu Matrixku.

Memang awal mengisi aplikasi migrasi dari Mentari ke Matrix ada satu poin yang belum saya isi, yaitu alamat dan telepon orang yang tidak tinggal serumah, di Surabaya. Tidak diisi bukan karena sengaja, tapi memang pas diphonebook HP gak ada (aneh,kehapus waktu syncronisasi dengan kompie paling). Di PDA juga gak nemu waktu itu, soalnya memang biasa updet lewat kompie baru ke PDA. Ya waktu itu saya bilang ke mbak CS yang agak jutek, karena saya banyak tanya, bakal kasih pas pihak Indosat melakukan survey via telepon ke ponsel saya.

Beberapa hari kemudian, setelah isi aplikasi, memang kantor dan rumah saya dihubungi Indosat untuk survey benar tidaknya Johan tinggal disana. Selang satu hari lagi, ponsel saya dihubungi, dan menayakan poin yang belum saya isi, begonya CS nelpon kok ya pas jam kerja. Lha waktu itu saya ngobrol dengan bos, jadinya saya bilang saja, "maaf mbak nanti hubungi saya lagi saya sedang sibuk sekarang." Si-mbak CS bilangnya, baik pak.

Eh, taunya berhari-hari gak dihubungi balik. mo telpon call centre bebas pulsa Indosat susah banget masuknya. Jadinya baru sempat kemarin malam. Dan kali itu ketemu mbak manis yang gak jutek. Ramah banget, saya mintain brosur Matrix lengkap saja dia mau kasih, padahal saya tahu di mejanya lagi kosong, dan dia harus beranjak cari agak lama gitu. Padahal CS yang pertama kali dulu, ditanya brosur malah bilang maaf lagi habis, tidak ada usaha cari kebelakang atau kemana gitu.

Kepada mbak CS yang baik hati itu, kusampaikan perihal belum aktifnya SIM MAtrixku. Dengan sigap dia melihat blangko aplikasi saya, dan menanyakan poin yang belum diisi. Langsung deh saya beri, dia menulis, dan kemudian tersenyum dan berkata, "Baik Pak ini akan segera kami proses. Ada hal yang lain yang bisa saya bantu?" katanya ramah.
"Oke mbak kalau gitu terimakasih. Soalnya beberapa hari yang lalu saya kok gak dihubungi lagi, jadinya langsung kesini." kataku sedikit curhat.
"Baik, apa ada yang lain pak?"katanya lagi sambil membereskan berkasku.
"Emm, kayaknya sudah cukup deh mbak.Jadi saya tunggu lagi kabarnya," Kataku sambil beranjak.
"Baik pak, terimakasih," katanya.

Sepulang dari Indosat sebenarnya ada rasa ragu bakal diproses cepat. Kalau lama gak diproses gawat, soalnya saya sengaja tidak isi pulsa semenjak niat langganan Matrix awal bulan lalu. Jadi hampir semua sms yang masuk gak terbalas. Sori pren!..

Eh, tadi siang sewaktu mau makan siang. Pas nyempetin cek ada sms masuk atau tidak, ehhhh suprise, di layar HP tertulis Inactive SIM. Artinya sudah gak ada sinyal mentari untuk nomor 08155077870 yang kupakai. Siiip! segera kuambil kartu Matrix didompet dan kuselipkan di HP. Wallah, Sinyal mentok MAtrix. Langsung saja kucoba telepon kawan sekantor yang kebetulan duduk dekat saya. Riiiingggg, suara ponselnya, dia pun bingung. "Woi lapo misscall?" katanya. Hahaha, belum puas, cek lagi dengan PDA. Buka Mundu (semacam aplikasi Y!M, di Palm) eh… masuk.. berarti kesimpulannya benar2 aktif semua.

Agak sorean, ponselku berdering, waktu itu lagi bersama direksi pengawas di lapangan. Kulihat nomornya starone, ahh sudah ada feeling kalau ini CS Indosat. Kuangkat, ada suara cewek merdu diujung sana, mengucapkan pak kami ingin menyampaikan bahwa Matrix bapak sudah aktif. Selamat menikmati layanan Matrix dari Indosat.

Jablay Banget Mode = On

December 18th, 2006 by jojou

Wakakaka, entah datang dari mana perasaan ini. Jablay? tahu kan itu lho lagu yang lumayan sering diputer diwarung-warung kopi, dan didendangkan anak kecil. Sebenernya saya tidak seberapa hapal (meresapi apa lagi) lirik lagunya, lha wong denger sampai khatam saja ndak pernah.

Setiap week-end sejak beberapa bulan yang lalu memang sering kali dirumah. Sebelumnya memang masih sering keluar rumah, kalau gak ke lantai 6 perpus tercinta (markas kuli disket muda ITS) -untuk ngenet semalam suntuk-, atau  jalan-jalan ke kos temen -termasuk ke rumah seorang sahabat cantik, yang sepertinya saya paksakan untuk menjadi sahabat, perasaan yang aneh-

Akhir-akhir ini sering ngendon dirumah. Paling banter ya keluar sama Ipan hunting macem-macem. Lha Week-end lalu, full nggak ada kegiatan yang berarti dan menguras tenaga. Bangun pagi langsung cuci sepeda motor, trus ngenet ngecek lapak jualan ponsel di FP, -anjritt kok gak laku-laku, jangan-jangan HP sial nih-. Trus pulang dan tidur sampai sore.

Menjelang maghrib, mulai bingung mau ngapain, mainan bejeweled! di PDA Tungsten sambil dengerin music, bosen. Mau main-main komputer sama nambah aplikasi PDA, eh keduluan Mas Didin si-raja ngenet via starone. Memang dasarnya gak bisa diam. Langsung teringat seorang kawan, yang Rabu malam lalu papasan di jalan Menur, kuteriakin pangil namanya, eh gak noleh. Cacing nama palsunya, Dafi nama aslinya. Cacing, salah satu teman seangkatan yang belum lulus karena kecelakaan telat bayar SPP -sori cing beberapa dukamu kupaparkan disini-.. Karena sudah cukup lama miss-comunication (temannya miss-telkom kiy), langsung kuhubungi ponselnya.

Percakapanpun berlangsung,
Jo/saya: Assalamualaikum, Cacing?>>
CC: Yo..>>
Jo: Ikiy Johan..<dipotong CC>
CC: Weeehhh JOHAN Piye kabare?
Jo: Apik-apik ae, koen nang endi saiki?
CC: Nang kosane blu biyen, aku ngekos kene saiki.
Jo: Wingi Malam Jumat, eh malam kamis ding, koen papasan ambek aku tak celuk gak noleh.. gawe sumpel kuping tah?
CC: Sori Gak eruh Bozz..
Jo: sek, awakmu nang kosan gak onok acara? aku arep mrono mesisan nang SAC delok-delok lowongan.
CC: Gak ono acara, oke mreneo.
Jo: Yo wes aku budal jehh. <Klik, phone mode = off>

KEmudian segera pamit Mama ke Kosan Cacing dan ke SAC, motor suprafit oren (pak-pos edition) segera kutunggangi. "Sebentar Han, Mama belikan Attack sama Mie goreng dulu," terdengar suara mama dari dalam rumah. Mau gimana lagi perintah orang tua harus dipatuhi, "oke" jawabku seperti biasanya.

Memang dirumah yang paling sering dapat tugas belanja barang kebutuhan pokok ke minimarket adalah saya. Alasan Mama gak jelas, entah kenapa. Nyuruh Mas-mas ku jelas gak mungkin meraka sudah pada gede dan sulit diatur. Nyuruh Mbakku, dia gak bisa nyetir motor. Nyuruh adikku, mesti aku juga disuruh ikut serta, alasannya kalau Yudha yang beli harus ada salah satu yang jaga motor. Ohh nasib.. sukanya menjadi anak nomor 5.

Setelah menunaikan tugas mulia, segera saya meneruskan perjalannan ke Barat (arah ITS dari waru ke barat bukan?), 30 menit kemudian sampai di gerbang ITS. Tidak langsung menuju kos cacing, tapi ke SAC dulu mencari-cari peluang kerja lain. Hasilnya di SAC nihil, gak ada yang sesuai. Langsung deh meneruskan ke kos cacing.

Sampai disana, ngobrol ngalor ngidul, kiwo tengen. nduwur ngisor. gak karuan wes. Yang jelas ada rasa rindu berkumpul bersama rekan-rekan seangkatan lain diantara kami. Ya, mereka sudah berhamburan kemana-mana, sibuk dengan aktifitas. Sulit rasanya bisa berkumpul kembali. Termasuk cacing yang sambil menunggu sidang TAnya merintis menjadi broker, Trader online. ck..ck..ck semangat bro!

Gak ngendon dikosan saja, kami pun keluar cari makan. Kali ini yang dibicarakan bukan berkutat friendship, pekerjaan dan guyonan asal. Kali ini menjurus ke arah pasangan masing-masing. HEhehehe, dasar nasib. Akhirnya saya mendapatkan teman seperjuangan lagi. Cacing menjadi jomblo kembali. Wakakaka. dia mengatakan begitu, "yang penting gawe dhisik ndon -sebutanku kadang2-, jaman saiki cewek luweh seneng ambek cowok sing mapan duwe panggawean."
"Lha lek wes duwe duwit dewe, yo opo cing, aku saiki kerjo nang project sing isine lanang tok. Lingkunganku menjadi sempit bro, jadi peluang pun kecil," kataku mendramatisir memancing supaya percakapan lebih seru.  Cacing pun menimpali dengan petuah-petuah amatirannya. Hahahaha….

Sampai ditempat makan, areal pasar keputih, saya kembali menyeletuk. "Cing saiki aku lek ndelok arek wedok kok ayu-ayu yoo?, opo aku wes wayahe?" kataku. "Waahhh parah,  Jablay arek ikiy, rindu belaian wanita," kata Cacing sambil cengengesan. "Iyo cing bener loh, tapi gak suwe ndelok arek ayu, ndelok arek wedok elek yo tambah akeh," lanjutku lagi. "Gapleki.." KAta Cacing.

Selama makan, di warung tempe penyet, iseng mata ini tebar pesona diantara harum sambal dan pikuk mahasiswa-mahasiswi kelaparan. Cacing tahu rupanya akan ulah iseng poll ku, memang saya bukan tipikal orang JAim sekali seperti Cacing. Merasakan ulahku, sekali cacing berdehem, pas seorang mahasiswi diwarung sebelah kucuri-curi pandang. -sial gw ke-gap sama tuh cewek, bercowok ternyata-

"Ayo wes ndon, hunting cewek bareng. Tapi ngenteni TA-ku beres sek".. kata cacing spontan. "Oke bozz, tak enteni, tapi lek aku durung oleh lho. Engkok ngejak ipan pisan. Awak dewe gawe Trio Macan," kataku sambil tertawa.

Ya.. itulah sedikit potret iseng aktifitasku minggu lalu. Ungkapan baru kudapat dari seorang Cacing (entah pita atau gelang), Jablay.. hahahahaha……. saya harap tidak terlalu begitu. DAn sekarang pun sedikit gayung bersambut, melalui mesej FS seoorang kawan menawarkan jasa makcomblang, tak tanggung-tanggung diberinya dua orang sekaligus untuk dijajaki. Ohhh apakah ini tandanya Jablay.. <nggilani mode = on>

(JANGAN) Katakan Saja : Asal Bapak Senang!

December 16th, 2006 by jojou

Pekerjaanku sekarang memang sudah saya niati sebagai wahana kerja praktek untuk si-usil tak pernah diam, Jo. InsyaAllah selama tujuh bulan (sampai project selesai), saya akan menimba ilmu lewat pekerjaan ini. Maklum freshgraduate, banyak aplikasi dilapangan yang tidak saya mengerti (lha wong teori di bangku kuliah aja sedikit yang nyantol). :p

HEHEHEHE.. tak hanya belajar teknik dilapangan, seperti teknik cor groundbeam, plat, kolom atau teknik penyimpanan material. Tapi juga belajar bagaimana karakter orang-orang proyek. YA, seperti biasa naluri amatir dari seorang psikolog (lebih tepat psikopat) yang pernah mengenyam pelajaran jurnalistik dan kehumasan. Banyak kawan diproyek, membuat hati ini senang. Banyak kepala di proyek membuat pikiran ini semakin berwarna.

Mulai dari polosnya mas Titus (nama aslinya loh Santoso), si Penjaga gudang. Aksi sok tahu dari security owner, (nama gak usah disebut, ntar ada anaknya lagi di FS ini) yang terkenal diproject sebagai sok tahu bangunan, administrasi sampai sok tahu hal mistis. Aihh, belum lagi para pelaksana lapangan, mandor dan tukang. Sampai dengan polah direksi pengawas, owner dan tentunya pimpinan perusahaan kontraktor tempatku menitipkan sedikit jejakku.

DAri beberapa pelajaran yang kualami sejauh ini ada satu yang menggelitik. Pelajaran Asal Bapak Senang. ABS singkatannya. Sudah sangat lekat didunia birokrasi maupun jasa. Memang kalau ditujukan untuk kepuasan pelanggan it’s ok. tapi kalau terjadi justru didalam intern suatu organisasi? ohh, sungguh menarik. Disatu sisi ada karyawan yang rela (dengan pamrih) menonjolkan dirinya dari yang lain sementara itu tangannya mendorong kawannya kebelakang hingga terjerembab. Yang menonjolpun dapat acungan jempol pimpinan. Sementara yang terjerembab mendapat penalty berupa potongan gaji. Hahahaha…. don’t try this at home dan dimana aja deh.. banyak hal.. banyak hal yang bisa dipelajari disini, tapi banyak juga harus mempersiapkan filter agar tak menjadi keledai ABS.

Sekali lagi saya menghimbau kepada semua freshgraduate pada umumnya dan khususnya untuk saya. Idealisme itu sudah tidak berlaku diluar sana. Bagaimana anda menyikapi? menurut saya pribadi siapkan filter agar tak terpengaruh, kemudian tanamkan sikap tak ada idealisme = 100 persen. Tapi tak ada pula namanya loyalitas kepada perusahaan, yang ada (bagi saya) loyalitas pada Islam, keluarga dan diri saya. Peduli apa dengan bapak jika bapak tidak peduli pada saya. Jangan menjadikan ABS legal dan semakin luas berjamaah….